her understanding about me going to work

saya sedang browsing bored panda ketika saya mengeklik thread 45 Photos From Taxi And Uber Rides That People Just Had To Share┬ádan mendapatkan satu gambar yang menarik sebagai berikut….

5bfd41e263584_VrIRPYi__605
semangat dari anak buat ayahnya yang seorang uber driver di amrik | sumber gambar dari boredpanda

di atas adalah sebuah gantungan kunci dari seorang anak kepada ayahnya yang bertuliskan, “ayah, terimakasih telah bekerja begitu keras untuk kami. aku sangat mencintaimu. sayang, resi”

ya Allah, so sweet banget gak sih? kalo gini, serius, saya jadi keinget anak saya yang pertama

apakah anak perempuan selalu lebih perhatian kepada ayah dan ibunya? apakah mereka memang selalu memperlihatkan rasa empati yang mendalam kepada kedua orangtuanya daripada anak lelaki? cause that’s my experience

tahun 2016, ketika saya sudah bekerja di jakarta selama 1 tahun dan mulai sering pulang malam, anak perempuan saya yang baru berumur 3 tahun sudah mulai lancar berbicara. saat itu ia berkata seperti ini…

“ayah, pulang malam, cari duit, buat beli susu shofi”

well, sebenarnya dia ngomongnya agak mumbling gitu. tapi, intinya seperti di atas. dia sudah mulai paham bahwa susu yang dia minum itu karena bapaknya kerja sampe larut hampir tiap hari. itulah ungkapan terimakasih dari seorang anak yang paling tulus yang pernah saya dengar. begitu polos dan innocent. and it came from my daughter…

di akhir tahun 2018, seiring dengan kesibukan yang bertambah, saya lebih sering lagi pulang terlambat. saya tahu diri. kalo saya pulang lebih lama dari biasanya, saya selalu membawa pulang oleh” susu buat anak” saya. tapi, rupanya itu tidak cukup bagi shafiyyah yang sudah berumur 4,5 tahun….

“ayah, jangan pulang malem terus dong…. pulang sore lah sekali”….”

saya jadi terenyuh karena anak sulung saya pengen main tiap malam sama saya tapi gak bisa. akhirnya saya cuman bisa memberitahu kalo ini sudah risiko kerjaan saya. yah, namanya juga anak kecil. mereka cepat sekali memaafkan alasan saya. mungkin dia juga paham kalo sabtu minggu nanti toh dia juga bakal main sama bapaknya. tapi, ya polanya sama. repetitif. senin-jumat dia protes, saya kasih pemahaman, dimaafin, sabtu-ahadnya main bareng. begitu terus sampe saya nulis postingan ini.

maafkan bapakmu ya, nduk….

signature5be279cb59a5b