worshipping minimalism

RL53N62KXV
yang minimalis emang tampak cantik di instagram | sumber gambar dari web stocksnap

salah satu prinsip dalam hidup saya adalah tidak mengambil (dan menyimpan) foto makhluk bernyawa. jadi ketika memutuskan untuk terjun ke dunia perinstagraman tahun 2012, saya memutuskan untuk menghiasi feed saya dengan gambar” minimalisme. konsep yang berfokus pada suatu keadaan atau benda secara apa adanya. tanpa dilengkapi dengan model manusia atau hewan secara sengaja atau tidak sengaja. benar” apa adanya. gak di-staged gitu.

saya lalu memulai misi hunting foto yang tidak ada campur tangan manusianya. karena waktu itu masih bertugas di takengon, saya rela jauh” naik motor keliling danau lut tawar untuk nyari momen. tiap ahad, ketika bersepeda santai di pagi hari, saya juga selalu siap sedia handphone. kali” aja dapat foto otentik perkampungan di aceh to. saya juga rela jauh” ke ujung takengon (saya lupa nama kampungnya) untuk mendapatkan foto pembangkit listrik tenaga sungai. saya bilang rela di sini karena lokasinya yang menanjak dan saya bela”in naik sepeda ke sana. saya juga bingung. kenapa dulu bisa seimpulsif itu ya. ckckck.

saat saya melanjutkan tugas belajar di tangerang selatan, saya juga masih hunting foto minimalis. yah, walaupun tidak seintens seperti di takengon sih. apa aja yang menurut saya artistik, saya foto. mulai dari foto langit” terminal 3 bandara soetta, terminal 2 bandara juanda, terminal bandara sultan hasanuddin makassar, foto langit jakarta sore hari, sampai foto di sudut pasar pucang surabaya (lho terus foto” di tangerang selatannya mana? iya ya, saya juga baru nyadar gak banyak foto” di bintaro dulu. hehe)
….itu sampai saya merasa bahwa dunia perinstagraman terlalu menyita waktu saya dan saya merasa instagram menyajikan terlalu banyak riya’. akhirnya saya sign out di instagram. tidak upload foto lagi.

well, sekitar sebulan yang lalu, saat saya baru saja turun dari krl di juanda, saya melihat seseorang memfoto anak tangga ke arah peron tujuan bogor yang kosong (karena kalau pagi, tentu saja penumpang terkumpul di sisi peron tujuan jakarta kota). dia berdiri sendirian dan terlihat fokus mencari angle yang bagus. yah mungkin bisa dibilang bagaimana caranya tangga kosong bisa mendapat atensi netijen lah.

mungkin dulu saya senorak itu ya. xixixi.
signature5be279cb59a5b

19 thoughts on “worshipping minimalism

  1. Aku juga udah nggak main instagram, karena instagram paling banyak menyita waktuku. Setuju juga terlalu banyak menyajikan riya~
    Terus karena sadar aku coba uninstal, (sampe minta bantuin temen ubahin passwordnya :D) alhamdulillah udah gak pernah buka, kecuali kalo lagi ada sesuatu yang penting (itu pun pas ditunjukkinnya langsung sama temenku).
    Kuotaku pun aman dan masih sisa banyak tanpa buka instagram xD

    1. sip betul itu
      lagipula instagram sekarang jadi sarangnya obat peninggi badan sama pemutih kulit tuh
      wkwkwk
      tapi sebenarnya kalo bicara masalah riya
      whatsapp status atau facebook juga bisa jadi sarana sih. wong perusahaannya sama ini

any comments?