the power of love

0MLHM34HE1
bersamamu. mendampingimu di setiap langkah kehamilanmu | seumber gambar dari web stocksnap

mendengar vonis dokter yang harus operasi membuat saya cukup shock. pikiran saya melayang kembali pas istri hamil hanzhalah dulu dan bidan yang kami datangi di daerah ciluar bilang kalo dia harus dioperasi. gak ada jalan lain. gak ada namanya vbac. terlalu bahaya buat ibunya. blablabla
kembali ke masa kini, istri saya cuman senyam-senyum aja lihat saya pucat.

kamu gak belajar dari pengalaman ya, mas? tenang aja. insyaallah yang ini juga bakalan normal kok…

ah istriku emang expert di bidang ginian.

selanjutnya, kami memulai booster vbac yang sempat tertunda dengan mulai mengkonsumsi ruthob (kurma muda), minyak zaitun, sari kurma, dll. di usia kehamilan yang menginjak 8 mau 9 bulan ini juga kami menerbangkan adek ipar kembali ke bogor untuk bantu” di rumah. karena dia udah lulus kuliah, kali ini niatnya sekalian cari kerja…

eniwei, bidan di citayam, dr farahdina di rs hermina bogor, dan dr vivi di rs pmi bogor bilang bahwa kondisi kepala bayi sudah di bawah dan posisi plasenta sudah di atas. hanya saja dua dokter tersebut masih belum bisa memastikan bisa vbac atau tidak.

nanti kita lihat lagi ya, bu. semoga saja sesuai rencana (normal).

dengan adanya adek ipar yang bisa menjaga dua bocil, kami sudah bisa memulai kembali rutinitas jalan pagi tiap sabtu dan minggu keliling kedunghalang. gak cuman keliling kedunghalang juga sih. sering juga kami jalan di danau sentul nirwana. pernah juga di suatu malam, istri pengen jalan” di botani square. yaweiss saya turutin. semuanya demi si bayi biar cepet turun dan menyukseskan kampanye vbac kami.
hari berganti hari, hpl 5 november sudah terlewati. saya pun cemas. ini bayi kok gak lahir” ya. lagi” istri saya cuman bisa menenangkan saya

tenang aja, mas, setiap bayi punya ceritanya masing”. kamu lupa hanzhalah dulu lahirnya 42 minggu lho. tenang aja, mungkin dia masih nyaman berada di dalam perutku. kamu beli nanas sana gih.

dan dimulailah rutinitas saya tiap malam. beli nanas muda. gak cuman nanas juga sih. pernah juga kami sempatkan beli duren di cibinong dan jalan baru. ruthob juga tetep jalan. kadang saya beli via toped, kadang juga saya beli di empang.

lalu datanglah hari kamis yang menentukan…

pagi itu, istri saya minta ditemenin jalan pagi keliling lapangan sempur. mungkin karena cuacanya enak, lapangannya yang udah bagus, dan bukan hari libur, istri saya bisa melahap 7 kali putaran. wow maasyaAllah lah. daannnn……pagi itu kami tutup dengan makan batagor bareng. uhuy! menyenangkan sekali pokoknya vibe-nya. supaya ibu cepat lahiran kan kita harus memastikan suasana sekitar terasa supportive dan joyful ya.

well, jam setengah 12 malam (masih di hari yang sama), saat kami bersiap mau tidur, tiba” istri saya mules” hebat. kontraksi gak berhenti.

ini sudah waktunya, mas. kita ke bidan. sekarang!!!

*bersambung*

41 thoughts on “the power of love

  1. Waahhh penasaran lanjutannya.
    Keren banget ya kalau laki-laki juga menulis, setidaknya kita jadi tau isi pemikirannya, bagaimana perasaannya saat istri mau lahiran 🙂

  2. Ternyata suami bisa lebih panik dari istri ya, padahal biasanya yang mau melahirkan yang lebih deg deg an. Sekarang sudah 3 berarti anaknya kan ya mas? Selamat yaa, semoga selalu diberikan kesehatan buat ibu dan dedek bayinya

  3. Wuah saya juga lagi nunggu detik detik lahiran ni, insyaalloh januari awal, aku sc lagi karena jaraknya super fuper dekat, yg kakaknya 5 bulan aku dah hamil lagi huhu,
    moga istri dikasih kemudahan, sehat ibu dan dedeknya ya, aminnn

  4. “supaya ibu cepat lahiran kan kita harus memastikan suasana sekitar terasa supportive dan joyful ya.” setuju ini.. dan bukan cuman pas mo lairan.. sebelum dan sesudahnya juga penting banget..
    semoga sehat selalu ibu dan bayinya, bahagia sekeluarga yaa..

any comments?