everything i do, i do it for you

XU0YR0M2KQ.jpg
moments of truth before you were born | sumber gambar dari web stocksnap

setelah selesai packing dan kami menitipkan anak” yang masih tertidur pulas kepada adek ipar, kami langsung melesat pergi ke citayam………….naik motor. iya kami tau betapa bahayanya membonceng perempuan yang lagi mules” mau melahirkan naik motor. habis gimana…. istri saya gak mau pas saya mau pesenin grabcar. kelamaan nunggu katanya.

di sepanjang jalan, istri saya terus mengaduh” kesakitan. saya yang wajib fokus dengan jalan di depan jadi ikut memegangi tangan istri saya. saya takut dia nggeblak ke belakang saking gak tahannya dengan mulesnya. wah pikiran udah gak karu”an banget deh saat itu.

gimana enggak karu”an, saya harus fokus nyetir kenceng (kira” 100 km/jam. alhamdulillah lalu lintas di jalan karadenan sampai dengan cibinong sepi. ya kaleee jam 12 malem rame). saya harus menghindari jalan yang berlubang dan gak rata, lalu tangan kiri saya ikut memegangi tangan istri saya yang meluk pinggang saya.

sudah? belum. saya juga gak henti”nya menyemangati istri saya biar sabar menahan kontraksi. kalo lagi gak ngomong, aduh lidah ini gak henti”nya berdzikir biar ibu dan anak saya gak apa”.

sesampainya di bidan, jam setengah 1 malem, kami sudah ditunggu oleh bidan siti, bidan lia, dan bidan ummi. istri saya langsung diarahkan masuk ke ruang perawatan. alhamdulillah di rumah sehat bunda, ada dua ruang perawatan ber-ac. jadi di sana bisa menangani dua pasien langsung.

setelah diperiksa, ternyata istri saya sudah bukaan 4!!

jadi selama di jalan tadi, saya membonceng istri saya dengan keadaan dia sudah bukaan 4!! maasyaAllah kali, nak, perjuangan ibumu melahirkan kamu.

karena masih bukaan 4, ketiga bidan tersebut menyarankan istri saya untuk beristirahat dulu sambil nunggu bukaannya bertambah. ketiga bidan tersebut pun keluar dari ruang perawatan dengan menunggu di ruang sebelah. tinggallah kami berdua di ruang perawatan. selagi menunggu, saya memutuskan untuk rebahan sebentar. istri saya? boro” mau istirahat. dia jalan bolak-balik. mulesnya sudah menghebat. sudah gak memungkinkan lagi mau berbaring.

sambil rebahan, saya juga ikut berdzikir. surat thaha ayat 25-28. mendengar saya lagi berdzikir ayat tersebut berulang”, istri saya tiba” menegur saya

mas kamu gimana sih? itu kan doa agar kita dapat mudah membaca quran. bukan doa buat minta mengurangi sakit taukk

eh ya ampun, nduk, ibumu dalam keadaan mules” kamu aja bisa”nya ngoreksi bacaan ayah. emang gak salah ayah pilih ibumu, nduk….

jam setengah 3, istri saya minta saya untuk manggil bidan di sebelah. saya langsung loncat dan lari ke ruang sebelah. ketiga bidan tersebut pun datang tergopoh”. ketika istri saya dibaringkan di tempat tidur lalu tiba” crattt!! ketuban istri saya pecah. sang bayi sudah mau muncul ke dunia. saat diperiksa, ternyata istri saya sudah bukaan 7!
melayanglah pikiran saya saat momen” melahirkan hanzhalah dulu. saat ketuban pecah begini, jangan sampai istri mengejan terlebih dahulu kalau belum ada dorongan dari dalam. langkah yang tepat adalah mengeluarkan suara mendesis seperti ular, sssssss……..sssssss…….

waduh pikiran saya jadi scrambled pas nulis ini. yang saya ingat hanyalah saya berada di samping istri saya yang keringatan (dan kesakitan tentunya). saya genggam tangannya dengan erat selagi menginstruksikan untuk mendesis seperti ular. tenang aja, sayang, kamu bisa vbac kok. sama kayak 2 tahun lalu.
jam 3 seperempat, mulai ada push dari bayi, mulailah istri saya mengejan. tangannya menggenggam lebih erat lagi kali ini. dinginnya ac tidak mampu mengurasi derasnya cucuran keringat istri saya.

mmhhhhhh…… mmhhhhhh……. berkali” istri saya mengejan.

jam 03.25an, kepala bayi mulai keluar!! haduh, jiwa dan hati saya sudah mulai gak karu”an. anehnya wajah istri saya sudah mulai menenang. dia masih bisa senyum lho di tengah suasana gawat kek gini.

senyum, mengejan, senyum, mengejan…. tidak lupa saya lap keringat di dahinya.
mmhhh…….10 menit kemudian, lahirlah bayi kami yang cantik ke dunia. dia menangis dengan keras.

oooaaaa…….oooaaaa……….

cepat” para bidan mengarahkan bayi tersebut untuk segera menyusu. alhamdulillah, gak kayak kakak”nya, adek bayi ini langsung bisa nyusu. pinter kamu nduk….

selamat ya, pak, bayinya cantik sekali

jumat itu di bulan november. tepat sebelum waktu shubuh, kamu lahir ke dunia, nduk. kata orang beratmu super sekali, padahal bagi kami, dengan berat 3,9 kg, kamulah yang paling kecil di antara kakak”mu. kamu lahir di hari yang paling indah, nduk, di hari jumat. di waktu yang cantik lagi. pas fajar menyingsing. kami beri nama engkau…… faakhitah

*bersambung*signature5be279cb59a5b

23 thoughts on “everything i do, i do it for you

any comments?