different place, different price

AA39511B59
beda daerah, beda pula cara penyajian buahnya ya | sumber gambar dari web stocksnap

dua bulan yang lalu, ketika istri saya masih hamil faakhitah, dia selalu meminta saya membelikan buah. ya namanya juga orang hamil ya. sebagai orang yang punya prinsip: membangkitkan geliat perekonomian harus dimulai dari lingkungan terdekat, pergilah saya ke lapak penjual buah di villa bogor ii. ketika saya tanya, berapa harga pas untuk mangga, dia bilang sekilonya 20 ribu. yaweis, terciptalah ijab dan kabul. mudah. cepat. atau bilang aja, saya gak bisa nawar. hehe

beberapa hari setelahnya, ketika kami jalan” malam di karadenan, sekitar 8 km dari lokasi di atas, kami menemukan lapak buah yang menjual mangga dengan harga 25 ribu dapat 3 kilo. what?? murah banget.

mungkin saya ini gak belajar dari pengalaman bahwa memang harga barang mengikuti lokasi di mana barang tersebut dijual. di meme yang tersebar di internet menunjukkan bahwa aqua di warung dijual 3000, aqua di restoran dijual 5000, dan aqua yang dijual di diskotik dijual 25.000.

kesimpulan apa yang bisa didapat?

1. semurah”nya barang yang kamu beli, percayalah ada lapak lain yang menjual jauh lebih murah. in other word, kata “lapak lain” bisa diganti dengan diksi “negara cina” sih. hehehe

2. always be a smart buyer. seperti emak”. kadang nawar secara kejam itu jauh lebih baik.

3. prinsip menggeliatkan perekonomian dari lingkungan terdekat sepertinya harus ditinjau ulang kalo cost melebihi benefitnya.

sekian post receh hari ini. baarakallahufiikum
signature5be279cb59a5b

8 thoughts on “different place, different price

  1. Tapi kadang juga nawar secara sadis malah dapat pelototan mata dari si penjual, Oom… Serem juga aah, ini kejadian waktu tawar menawar durian di bilangan Kalibata; yaah terpaksa bayar agak sedikit mahal lha si penjual bawa golok jee

any comments?